Tampilkan postingan dengan label Desa Lolori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Lolori. Tampilkan semua postingan
Maluku Utara - Setelah sukses dengan Theatre On The Sea pada FTJ 2010 lalu, kali ini Pemkab Halmahera Barat bekerjasama dengan Idea Production Jakarta, menggelar Cabaret On The Sea sebagai acara puncak Festival Teluk Jailolo 2011
Panggung diatas laut dengan tema pertunjukan yang variatif hanya ada di Halmahera Barat dan menjadi ikon Festival Teluk Jailolo setiap tahunnya dan selalu dipadati pengunjung dari dalam dan luar negeri
Cabaret On The Sea mengemas unsur tradisi dan budaya lokal dengan sentuhan kontemporer dalam koreografi,musik dan desain kostum yang indah penuh warna.
Panggung diatas laut dengan tema pertunjukan yang variatif hanya ada di Halmahera Barat dan menjadi ikon Festival Teluk Jailolo setiap tahunnya dan selalu dipadati pengunjung dari dalam dan luar negeri
Cabaret On The Sea mengemas unsur tradisi dan budaya lokal dengan sentuhan kontemporer dalam koreografi,musik dan desain kostum yang indah penuh warna.
Jakarta - Festival Teluk Jailolo 2011 diselenggarakan pada tanggal 14-18 MEI 2011. Dengan tema tahun ini "Journey Through The Heart of West Halmahera", FTJ 2011 mengajak anda menelusuri lebih jauh lagi keindahan alam dan budaya Halmahera Barat
Berangkat dari kesuksesan dua festival sebelumnya, FTJ 2009 & 2010, Pemkab HalBar kembali menghadirkan sebuah festival dengan kemasan yang lebih menarik, lebih beragam, lebih seru dan sensasional!

![]() |
| Tugu |
Desa Lolori merupakan wilayah pemerintahan kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Propinsi Maluku Utara Semua penduduk desa Lolori semuanya beragama Kristen protestan, Desa ini merupakan salah satu desa yang masih memegang tegu adat istiadat dengan sangat kritis dan budayanya masih terjaga dari jaman nenek moyang. Desa ini biasanya disebut orang dengan tempat minum sultan Ternate karena air di desa itu sangat jernih, desa ini terlahir tahun 1910 dengan dengan masyararakat yang baru sekitar 20 rumah tangga dan dengan satu rumah adat yang biasanya disebut Sasadu. Adapun kegunaan dari Sasadu itu sangat banyak dengan dijadikan tempat musywarah masyarakat dan juga selalu dibuat acara adat yaitu Makan Adat yang biasanya dilaksanakan jikalau masyarakat selesai panen raya, biasanya acara makan adat itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam sesuai dengan paras atap di rumah adat.
![]() |
| Pemandangan desa yang terletak di bawah kaki gunung |
Desa Lolori terletak di bawah kaki gunung bukit yang tinggi dengan struktur tanah yang subur. Adapun mata pencarian masyarakat desa lolori paling banyak adalah sebagai petani Pala, Cingkeh, Kelapa, Padi, Coklat.



